5. Stardew Valley

Publisher : Chucklefish
Developer : ConcernedApe
Tanggal Rilis : 27 Februari 2016
Genre : Simulation, Farming, RPG, Multiplayer Co-op
Bayangin Harvest Moon, tapi bisa berburu monster di dungeon, dan juga ningkatin skill karakter kita macam game RPG pada umumnya. Kombinasi ini membuat popularitas Stardew Valley berkembang pesat sejak awal rilisnya, hingga menghasilkan game-game sejenis yang terinspirasi dari kesuksesannya.
Layaknya Harvest Moon, karakter utama di sini adalah seorang anak kota yang harus menyukseskan lahan pertanian yang diwariskan oleh pendahulunya (Di Stardew Valley, pendahulunya adalah kakek dari tokoh utama). Tidak hanya itu, kita juga ditugaskan untuk mengembalikan kejayaan desa tempat si tokoh tinggal, Pelican Town.
Hal yang menjadi daya tarik game ini adalah grafik pixel 2D-nya yang memberi kesan retro, serta kebebasan yang diberikan ke player untuk mengembangkan lahan pertanian. Selain dari konstruksi yang ditawarkan oleh tukang kayu desa, kita juga bisa membuat barang sendiri dari menu crafting. Barang hasil crafting nantinya bisa dipasang di seluruh penjuru Pelican Town, bahkan di dungeon-nya.
Mod Stardew Valley sangat beragam, sayangnya tidak tersedia di Steam Workshop, jadi kita harus cari sendiri di forum resminya. Oh! Stardew Valley juga support multiplayer co-op buat 4 pemain. So, quadruple the fun!
6. Slime Rancher

Publisher : Monomi Park
Developer : Monomi Park
Tanggal Rilis : 1 Agustus 2017
Genre : Adventure, Farming, Exploration
Oke, gue ga inget, gue amnesia mungkin, entah gue tau dari mana game ini sebelum gue beli dulu. Tapi kayaknya, waktu gue lagi browsing game di halaman Steam waktu itu, gue liat thumbnail Slime Rancher di recommended list gue. Unyu banget gue liat, dan ternyata benar! Daya tarik game ini emang di ke-unyu-an para slime yang ada serta pada tema dunianya.
Setelah sempat bermain beberapa lama, ternyata game ini ngga cuma bikin diabetes, tapi juga menawarkan gameplay yang menarik dan peta yang cukup luas. Player bermain sebagai Beatrix LeBeau, seorang penggembala yang meluncur dari planet Bumi ke Far, Far Range untuk beternak dan menggembala Slime. Simplenya, game ini mengajak kita untuk menangkap slime, mengembang biakkannya, dan mendapatkan profit dari penjualan “produk” yang dihasilkan oleh slime kita.
Mengumpulkan uang di Slime Rancher bisa dibilang sangat mudah, sehingga kadang membuat gue agak bosan. Tapi karena desain slime yang unyu dan beragam, gue tetap bermain Slime Rancher demi mengumpulkan seluruh slime yang ada di Far, Far Range.
7. Dead Cells

Publisher : Motion Twin
Developer : Motion Twin
Tanggal Rilis : 7 Agustus 2018
Genre : Perma-death, Metroidvania, Action Platformer
Dead Cells adalah game action yang memberikan kepuasan tersendiri bagi kita yang suka tantangan. Gamenya serba cepat, ditambah fitur permadeath-nya ketika kalah menuntut kita untuk jeli dan respon cepat terhadap setiap serangan musuh.
Dead Cells akan membuat kita selalu “feels good” di setiap tahap yang dilalui, karena reward yang diberikan bakal sangat membantu menyelesaikan level berikutnya. Kepuasan tersebut ngga hanya dalam keberhasilan menemukan level tersembunyi dan berhasil mengalahkan boss. Ketika kalah pun, kita bakal lebih jago dalam bermanuver di tiap level dan lihai dalam membaca gerakan musuh sehingga setiap kemenangan terasa berlipat ganda puasnya. Semua ini berkat gameplay Dead Cells yang serba cepat tadi.
Bagi gue, Dead Cells cocok banget dimainkan saat kita pengen main game secara cepat dalam durasi waktu yang terbatas. Setiap level tidak harus dijelajahi secara menyeluruh, Dead Cells justru memberi reward lebih bila kita cenderung untuk melakukan speedrun di setiap level untuk membuka Timed Door.
8. Hollow Knight

Publisher : Team Cherry
Developer : Team Cherry
Tanggal Rilis : 25 Februari 2017
Genre : Metroidvania, Platformer, Action
Grafis game bertema dunia serangga bawah tanah ini dibuat secara hand-drawn alias digambar tangan, bahkan animasinya pun dibuat secara tradisional. Ini menyebabkan gambar animasi dan dunia Hollow Knight terlihat klasik tapi tajam dan jelas, serta berhasil memberikan mood tertentu tergantung dari level yang ditempati.
Gameplay-nya cukup sederhana. Tidak ada kombo-kombo serangan yang terlalu flashy atau bahkan rumit sehingga sangat terasa nostalgianya. Kita harus menyerang musuh dan menghindar dengan tepat karena bersentuhan dengan musuh bakal mengurangi health point karakter.
Hampir sama seperti Dead Cells, setiap progres akan memberikan reward yang sangat memuaskan dan berguna dalam menjelajahi level. Tapi menurut gue, Hollow Knight tidak pas dimainkan secara cepat (walaupun bisa dan boleh saja) karena atmosfer yang diberikan tadi sangat sayang apabila tidak dinikmati.

Tinggalkan Balasan